Archive for December, 2006

Kebijaksanaan Tuhan

Friday, December 15th, 2006

Sesungguhnya, Allah itu besar, tidak tercapai oleh pengetahuan kita, jumlah tahun-Nya tidak dapat diselidiki. Ayub 36:26.

Banyak hal dalam hidup ini yang tidak bisa kita pahami dengan akal. Kenapa misalnya, ada orang baik, taat beragama, hidupnya lurus dan jujur, tapi menderita. Sedang orang yang jelas-jelas jahat, culas, curang dan menyebalkan setengah mati, eh malah makmur?
Bukankah Tuhan mahaadil, mahabaik, mahakuasa?
Gelap. Entah. Tidak ada jawabnya. Ya, otak kita terlalu terbatas untuk mencerna seluruh realitas; terlalu kecil untuk menyelami semua peristiwa.
Lalu bagaimana?
Yang terbaik, jalani hidup ini apa adanya. Apa yang harus kita terima, terima itu dengan legowo. Pun bila itu tidak sesuai dengan keinginan kita.
Tuhan punya kebijaksanaan-Nya sendiri dalam mengelola dunia ini. Tidak usah mengeluh atau protes. Sebab kita hanyalah mahluk ciptaan.

CEMARAKU

Sunday, December 10th, 2006

CEMARAKU

Ku terinspirasi oleh cemara akan cinta yang sedang kujalin

Aku tahu  bahwa dalam menjalin hub ini, kami banyak merasakan suka dan duka

Kusadari bahwa kami masih harus menyesuaikan kejelekan dan keburukan kami masing2

Kami juga banayk mengalami terpaan masalah dan konflik.

Namun satu yang aku juga baru sadari bahwa disamping rumahku

Tumbuh pohon cemara yang sangat tinggi nan megah

Lagipula inilah saat natal yang ditunggu banyak orang

Saat ini pulalah kumenyatakan lukisan perasaanku

Sebagai hiasan di pohon cemaraku

Kuterinspirasi tuk menyimbolkan cintaku seperti cemara itu

Terukirlah sebuah sajak cinta dibuku diaryku:

Kuingin terang pohon ini terus bercahaya

Layaknya sayang kita yang terus membara

Seperti pohon cemara yang terus tumbuh menjulang tinggi

Ku pun berharap cinta kita kan terus abadi keesokan hari

Laksana cemara yang kokoh meski badai, topan menerjang

Ku pun berdoa semoga kasih kita tumbuh tegar berkumandang

Selamat natal ya dek,

With love

Harry Andrian Simbolon

CINTA SESUNGGUHNYA

Sunday, December 10th, 2006

Pada saat aku mencintai sesuatu karena nafsuku

Sungguh semua itu sangat menyiksaku

Namun pada saat aku mencintai sesuatu karenaNya

Sungguh tidak ada lagi yg memberatkan langkahku

Jika aku mengharapkan sesuatu karena nafsuku

Sungguh itu hanya sifat manusiawiku

Jika aku bersedih karena kehilangan sesuatu yg aku sayangi

Itupun tabiat manusiawiku yang diberikan oleh Nya

Namun pada saat cintaku kusandarkan kepadaNya

Tidak ada yg memberatkanku untuk melepaskan sesuatu itu

Pada saat takut dan harapku kusandarkan kepadaNya

Tak ada yg memberatkanku untuk membuktikannya

Tangis ini hanya sesaat yg keluar dari rasa sakit

Namun gelak tawa kembali ku dapat kerena keyakinanku

Air mata ini menetes karena rasa kecewa

Namun senyum kembali terukir menanti kebenaranNya

Aku bukan seorang malaikat yg tanpa hawa nafsu

Tanpa sedih, tanpa sakit, tanpa marah, tanpa lupa dan takut

Namun ku tahu nilai melawan hawa nafsu semua keinginanku itu

Akan meninggikan derajatku disisi Rabbiku.